Sabtu, 09 Oktober 2010

Panen Tak Maksimal, Harga Gula Naik

Panen Tak Maksimal, Harga Gula Naik

Semarang, CyberNews. Panen tebu yang belum maksimal karena curah hujan yang tinggi membuat harga gula kembali mengalami anomali harga. Ditandai dengan masih tingginya harga gula hingga diatas Rp 10.000 per kilogram di beberapa pasar  tradisional Semarang.
            Data dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jateng menyebutkan, harga gula saat ini masih bertengger dilevel Rp 10.460/kg atau mengalami kenaikan Rp 443 per kilogram dibandingkan harga minggu pertama bulan September lalu.
Pada awal September, mencapai Rp 9.560/kg berangsur-angsur naik setelah Lebaran Rp 10.200/kg dan saat ini mencapai Rp 10.460/kg. Tren kenaikan harga gula dari minggu pertama sampai minggu ke empat bulan September sekitar 4,43%.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jateng, Ihwan Sudrajat setelah mengadakan rapat koordinasi dengan sejumlah distributor, menyampaikan masalah kenaikan harga gula yang terjadi saat ini.
Menurutnya, kenaikan diakibatkan naiknya harga ditingkat awal untuk masuk proses produksi seperti biaya tebang yang semula hanya Rp 4.500/kwintal menjadi Rp 9.000/kwintal. "Kondisi ini terjadi karena curah hujan yang cukup tinggi  sehingga membutuhkan tenaga ekstra dalam proses pengangkutan dari lahan ke armada truk yang jaraknya cukup jauh," tuturnya.
Terus Merangkak
Ongkos tambahan beban transportasi dan tenaga kerja, kata Ihwan, membuat harga gula yang ditawarkan dalam lelang atau penjualan dari tingkat produsen menjadi lebih tinggi mencapai Rp 9.200-Rp 9.600/kg. Pada akhirnya berdampak pada  penjualan oleh distributor ke agen dan pengecer menjadi tinggi mencapai Rp 9.600-Rp 9.800/kg.
Sementara untuk stok awal bulan Oktober tercatat 105.350,383 ton dengan rincian gula lokal 75.042,313 ton dan gula impor 30.308,07 ton. Stok tersebut merupakan stok yang berada pada tingkat produsen yakni PTP-N IX Surakarta, PTPN XI gula impor yang ada di jawa tengah, PG Trangkil, PG PT IGN Cepiring Kendal dan PG Pakis Baru.
Bagian penjualan distributor gula CV Cipta Jalan Dr Cipto, Fitri (60) menyatakan, selama pasca Lebaran, harga lelang gula oleh produsen  terus merangkak naik dan sudah mendekati  Rp 9.400/kg dibanding lelang pada bulan puasa kemarin hanya Rp 9.000/kg.
Dikatakannya, harga lelang gula oleh para produsen gula masih sangat tinggi diatas harga pembelian petani (HPP) sebesar Rp 6300/kg, sementara harga lelang sudah diatas Rp 9000/kg. Saat ini dia menyimpan stok gula sebanyak 50 ton  dengan  harga lelang Rp 9.400/kg. Stok tersebut, kata Fitri, diperkirakan cukup hingga akhir tahun.
"Harga jual di tingkat distributor mencapai Rp 9.700/kg. Kami hanya mengambil untung Rp 200-Rp 300/kg. Itu sudah termasuk ongkos angkut. Dengan harga jual tersebut, para pedagang eceran juga mengambil untung hingga Rp 500/kg. Sudah  tentu, sampai di pasaran mencapai Rp 10.500/kg," paparnya.
( Fista Novianti /CN27 )


Tidak ada komentar:

Posting Komentar